Bank Bink Bunk!

Ada sebuah joke yang menurut saya lucu, tapi nyentil, membuat kita sedikit berpikir. Sarkastik? Mungkin…


Suatu ketika, dibukalah bank di sebuah daerah di Madura. Bank itupun mulai mengiklankan kalau mereka bisa memberi pinjaman buat yang mau mengembangkan usahanya.

Iklan itupun sampe ke telinga Cak Amat, seorang peternak sapi. Lalu datanglah Cak Amat ke bank itu.

“Pak, bagaimana caranya saya bisa jam pinjam modal sama sampeyan? Saya botoh 25 Juta buat beli dua pasang pi sapi.” tanya Cak Amat
“Sampeyan cukup bawa surat tanah sampeyan, ditinggal disini buat jaminan. Berapa luas tanah sampeyan?” jawab manajer bank sekaligus meneliti
“Dua rebu meter, deek” jawab Cak Amat
“Oh, bisa Cak, bisa.” lanjut sang manajer

Pengajuan kredit Cak Amat pun diproses, dan akhirnya disetujui, dan uang hasil kreditan tadi pun dibelikan dua pasang sapi oleh Cak Amat. Beberapa tahun kemudian, kredit Cak Amat melunasi kreditnya. Saat itu Cak Amat sudah menjadi peternak sapi yang sukses. Memiliki banyak uang dan puluhan sapi.

Suatu saat, Cak Amat bertemu dengan sang manajer bank.

“Bagaimana usaha sampeyan Cak?” tanya manajer bank
“Alhamdulillah, deek. Berkat pinjaman dari sampeyan, usaha saya juu majuu deek.” jawab Cak Amat
“Hasilnya dititipkan di bank saya saja Cak, nanti Cak Amat mendapat bunga, uang Cak Amat bisa bertambah terus!” sang manajer bank mencoba meyakinkan Cak Amat
“Tanah sampeyan berapa meter deek? Mana rat suratnya?” jawab Cak Amat dengan santainya :mrgreen:


Menurut saya, joke di atas bukan sekedar joke biasa. Tapi ada semacam apa ya? Mungkin bisa dibilang sindiran :mrgreen:

Lha? Begini. Bagi temen-temen yang pernah mengajukan kredit ke bank. Pasti meng iyakan, sudahnya agunan harus lebih besar dari pinjaman, kita masih menghadapi ketatnya verifikasi data, data ini, data itu semua harus kita buka pada pihak bank. Sebaliknya, bila kita sebagai penabung, kita kan ndak pernah minta agunan sama bank? Sudah seharusnya bank itu memberikan akses pada publik perihal keadaan mereka. Tapi? Pernahkah sampeyan dapet kemudahan soal keadaan mereka? Dibilang cerewet mungkin iya. Apalagi penabung keciil dengan i banyak seperti saya.

Fair kah keadaan ini? Mungkin fair saja bagi saya yang bisa dibilang tabungannya malah jarang ada isinya :mrgreen: , tapi bagi yang duitnya lebih banyak dari jumlah maksimum yang bisa dijamin pemerintah –sepertinya tidak ada temen saya yang kayak gini–, atau suatu saat pemerintah ndak mau lagi njamin uang kita di bank –nha ini baru mungkin–. Sampeyan patut mendapatkan informasi kesehatan bank itu. Meski ndak se ekstrim Cak Amat yang menanyakan sertipikat tanah bank nya… :mrgreen:

Jangan tergiur bunga tinggi atau keuntungan yang wah. Kita menabung dengan alasan keamanan bukan? Kalo mau untung gedhe ya inpestasi!

5 pemikiran pada “Bank Bink Bunk!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *