Amiin… Semoga warung burjo di daerah Gayam – Jogja seputaran Radio Geronimo ini selalu terberkahi.
Bicara Soal Hak Cipta Tulisan
Pernah gak tulisan sampeyan dikopi, dan dipublish oleh orang lain? Kalau pernah apa yang sampeyan lakukan? Kebakaran jenggot dan ngamuk-ngamuk? Negur baik-baik, bikin tulisan sindiran atau diemin saja?
Tentunya, gaya tiap orang akan beda-beda. Tapi kalau menurut saya, sudah gak jaman ngamuk-ngamuk soal tulisan yang dikopi. Apalagi tulisan itu sifatnya tutorial yang kalau di share akan mencerdaskan kehidupan bangsa. Tambah kurang relevan untuk ngamuk-ngamuk.
Sampeyan pernah tahu Inul Daratista? Atau mungkin Kangen Band? Mereka terkenal karena bajakan. Pada masanya, mereka malah jauh lebih terkenal dari artis-artis yang selalu meributkan hak cipta. Jadi, anggap saja promosi gratis kalau tulisan sampeyan dikopi 
E tapi, bagaimana kalau yang ngopi itu tidak memberikan atribusi sepantasnya bagi kita, dalam hal ini penulis aslinya? Oh well, silahkan dicoba dikomunikasikan dahulu. Sebagai manusia, khilaf itu biasa 😆 . Kalau masih bandel doakan insap saja lah.
Saya sendiri tidak begitu masalah kalau ada yang mengkopi atau merepost tulisan saya. Walaupun sebenere saya lebih seneng kalau orang lain itu me-remix tulisan saya dengan gaya tersendiri, dan menjadi tulisan yang lebih baik. Istilahnya bangga lah. *emange ada yang mau?*
Oh iya, yang saya bilang di atas belum tentu cocok bagi sampeyan, bahkan bagi saya sendiri, dalam beberapa situasi. Tulisan yang nyeni seperti cerpen atau puisi misalnya. Akan lebih enak kalau diberi atribusi sepantasnya dan tidak diubah-ubah alias di-remix 😆
Terakhir, komunikasikan dengan jelas bagaimana seharusnya memperlakukan tulisan kita, apakah bebas, berlisensi ketat atau yang lain. Kalau saya sendiri? Bisa dilihat di halaman persetujuan 🙂
Sepertinya Facebook Tahu Kalau Saya Lama Menjomblo
Itu adalah friend suggestions Facebook ke saya pagi ini. Dan kebetulan saya ndak ada yang kenal. Sepertinya Facebook tahu kalau saya lama menjomblo…Â
Kami Tahu, Kalau Kamu Orang Sukses
Pernah gak sampeyan nemui update status facebook, twitter atau mungkin jejaring sosial kontak sampeyan yang bunyinya kurang lebih begini:
senangnya hari ini dikasih kartu kredit platinum sama Bank XXX setelah mereka tahu saya dipercaya banyak klien besar
Atau mungkin
enaknya jadi nasabah prioritas, ndak usah antri kalau urusan sama bank
Atau kalau mungkin sampeyan beredar di komunitas yang lebih muda
aduh bingung ni mau pacaran sama siapa, si santi bodinya nggak nguatin, tapi si sinta lebih cantik dan putih
Mungkin, dari status status di atas mengungkapkan kejadian yang memang apa adanya. Dan juga mungkin status tadi membantu mengangkat personal brand sang pembuat status yang sedang membranding dirinya atau sangat butuh yang namanya itu personal brand.
Dengan gampang, orang bisa menyimpulkan kalau pemilik status adalah orang yang sukses, bisa dipercaya. Tapi coba dipikir baik baik. Sakit sodara-sodara! Bagi yang baca, dan kebetulan belum sesukses yang bikin status.
Gak salah sih menyakiti hati orang demi sebuah branding. Tapi apa ya pantes? Think before you type friend 🙂
Apa Itu Blogger? Dan Pencarian Saya Berlanjut
Selamat hari blogger sodara-sodara. Meskipun sekian lama saya bingung akan arti daripada blogger atau narablog itu sendiri.
Di hari istimewa ini, Bung Pitra sebagai salah seorang blogger ngetop negeri ini, sekaligus kandidat manusia kursi Pesta Blogger 2010
membuka sesi tanya jawab mengenai per bloggingan. Dan kesempatan ini saya gunakan untuk menanyakan pertanyaan saya yang sudah lama menggelayut di hati 😆
Oke, kira kira begini yang saya tanyakan:
apa itu blogger? Apa ada syarat lain jadi blogger selain mempunyai blog? [link]
Dan beginilah jawaban beliau:
- blogger = yg menulis blog (di tumblr, blogspot, wordpress, dagdigdug, host sendiri) dlm format bertanggal n berkomentar. [link]
- perasaan gak ada syarat lain seseorang utk menjadi blogger kec dia punya alamat blog (yg harapannya tentu diupdate selalu). [link]
Dengan begitu, sepertinya saya mulai bisa memberanikan diri saya untuk bisa disebut blogger. Meskipun pada kenyataan sehari-harinya saya merasa agak kurang pantas disebut blogger. Dan mungkin menurut beberapa pihak memang begitu 🙂
Oh iya, sebagai bonus, –entah serius entah becanda entah sinis, saya kurang tahu, karena saya pribadi tidak begitu mengenal beliau– begini kata Mas Iman Brotoseno soal blogger: …
Apakah saya seorang blogger? Saya lebih suka kalau dibilang blogger wannabe 🙂
We Are A Big Happy Family
Selamat Berpesta
Selamat berpesta para blogger. Have a great time ya? Jangan berantem kaya tahun kemarin lagi.
Buat yang mayoritas, jangan pinggirkan yang minoritas. Pokoke jangan ngeksklusip.
Oh ya, maap kalau gak dateng buat yang ke tiga kalinya. Disamping karena belum berani disebut blogger, takut nanti kayak anak hilang disana, tahun ini juga lagi sepi order 
Badkiddies, Indonesia Unite, Dan Common Sense
Beberapa hari yang lalu, ada rame-rame soal website #indonesiaunite yang di deface oleh badkiddies. Tentu saja para penggiat Indonesia Unite, yang setidaknya aktif di web itu pada kebakaran jenggot. Kok bisa-bisanya website perjuangan di deface. Oleh bangsa sendiri lagi. Kira-kira gitu kali ya yang ada di pikiran para penggiatnya.
Dan kebetulan, waktu itu, twitter nya Pandji di take over oleh seseorang. Tambah ngamuk-ngamuk lah para penggiat itu. Mengingat Pandji adalah salah satu ikon mereka.
Orang bijak bilang, hati boleh panas tapi kepala mesti tetep dingin ada benarnya juga. Dalam kasus kemarin, mungkin beberapa teman-teman disana agak kurang dingin kepalanya. Kebawa hati yang panas mungkin, sehingga boleh dibilang malah membuat kasus nya ndak karu-karuan, dan kalau boleh saya bilang, beberapa cukup menggelikan.
Mulai ada yang salah sangka kalau Masdapit adalah badkiddies sampai, ada yang berpendapat kalau itu kerjaan nya salah satu twitter user group yang iri karena kalah tenar. Oh my… Where’s their common sense?
Lesson learnt: dinginkan kepala sebelum melakukan sesuatu, terutama kalau kita adalah orang yang cukup didengar orang lain. Common sense first kawan!
Senyum Vetamandra
Inilah salah satu ikon jogtug itu. Dengan pose andalannya. Lirik ke
samping, dan buka senyum lebar-lebar. Foto ini diambil di dua
kesempatan berbeda, dan… Seperti yang kita lihat sama-sama, gayanya
sama!
Jenang Lemu Mas Yan
Yak, sehabis dapet surprise gig, langsung menuju ke tempate Mas Yan
yang sedang syukuran kelahiran putranya.




