Arsip Kategori: Uncategorized

Nasi Goreng MacGyver

Pengen nya sih makan malem pake sate ayam. Tapi karena cuaca lagi
dingin ndak karuan jadi males keluar-keluar.

Jadine? Bikin saja nasi goreng dengan bahan seadane rumah. Gula,
garam, bawang merah, sambel sisa ayam goreng, kecap, telor dan
tentunya nasi.

Karena bahan seadanya saja boleh nemu kayak film MacGyver, jadilah
nasi goreng ini tak namai Nasi Goreng MacGyver XD

E Lumayan

Media_httpbocahmiring_csosx

E lumayan dapet pinjeman hape dari temen jaman kuliah dulu… Tau aja
saudari beliau kalau hp saya tewas dan bebesaurus ska-rath.

Yang jadi masalah tanggung jawabnya ni, mengingat hape tipe ini
gampang banget gores dan mengelupas 🙁 . Tapi bijimanapun dinikmati
wae lah dulu yang didapet.

Buat nyang sudah mau minjemin hape, paketnya dah sampe dengan selamat.
Thanks ya pinjemane 🙂

Takut Akan Hari Esok

Baiklah, ini adalah hari terakhir saya dalam keriaan. Besok mesti kembali lagi ke keseharian saya yang pahit itu. Asli, saya gak mau tidur, takut akan hari esok…

Belum pernah saya setakut ini sama hari esok. Entahlah, apakah saya sudah terlalu capek dengan kenyataan pahit atau ogah kehilangan kenyamanan saya sekarang? Mungkin keduanya…

Bye bye keriaan, bye bye kedamaian, bye bye kamu yang sudah bisa memberiku dua hal itu… endesuey endebrey $@*#&%?!

Tuhan, berilah saya kekuatan dan keberanian menyambut hari esok…

Istilahnya Gak Kompak. Thx.

Belum lama ini, dapet sms dari XL yang bunyinya gini.

Dptkan DISC 50% dan undian berhadiah 1 Handphone utk transaksi min. Rp200rb di Caesar Resto Plaza Ambarukmo mulai tgl 15Jan-15 Feb 2010.Tunjukin XL ID di Hpmu!

Dan, pagi ini, saya tanyakan ke Pak Menekjer resto yang kebetulan saya kenal.

Saya: Jer, katane ada diskonan 50% di tempetmu buat yang pake XL?
Pak Jer: Gak. 10% kok.
Saya: Sarap kabeh!

Marhaban Ya Natalan

Cari sensasi? Mungkin… Desperate looking for a fame? Gak tau juga. Tapi yang jelas ini tulus. 🙂

Yak, saya ucapkan selamat natal buat sodara-sodara sekalian yang merayakan. Semoga makin damai di hati, dan makin damai juga bumi ini.

Sementara banyak umat muslim dan sebagian ulama mengharamkan ucapan ini. Tidak demikian bagi saya. Mungkin penafsiran lakum dinukum waliyadin bagi saya sedikit berbeda dari mereka. Dan atas nama tenggang rasa, saya beranikan berpendapat demikian. Bukankah selain hablum minallah kita juga ada hablum minannaas? Apakah yang beda agama itu bukan naas?

Tentu beda ceritanya kalau saya ikut peribadatannya. Ikut misa natal misalnya. Itu sudah tidak dapat dibenarkan bagi saya. Tapi kalau cuma ngucapken selamat, ikutan hepi-hepi, makan-makan, apa salah?

Soal judul, oh well, saya berpikir kalau asik wae pake judul itu. Ndak lebih 😀

Hidup Tanpa Uang

Mark BoyleBisa ndak kita hidup tanpa uang? Saya sendiri masih sangat meragukannya. Tapi Mark Boyle (30) telah membuktikan bahwa dia bisa hidup tanpa mengeluarkan uang sepeserpun selama setahun.

Mister Boyle ini bukanlah orang nekat. Juga bukan orang yang ndak paham soal ekonomi. Pria kelahiran Irlandia ini adalah seorang sarjana ekonomi.

Untuk hidup tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Mister satu ini mendaur ulang semua yang mungkin. Menanam bahan pangan sendiri di rumahnya. Telpon nya hanya untuk menerima panggilan saja. Semua tenaga listrik yang dia butuhkan, berasal dari tenaga surya. Dia mendapatkan pakaian-pakaian bekas dari kelompok pendaur ulang, dan menggunakan koneksi internet gratis yang tersedia di lingkungan sekitarnya.

Memang, Mister Boyle tidaklah benar-benar hidup tanpa uang. Toh dia juga masih butuh uang untuk beli laptop dan beberapa pembangkit listrik yang ia gunakan. Tapi toh dia sudah setahun hidup tanpa mengeluarkan uang. Mau meniru?

Baca selengkapnya di The Guardian

Bicara Soal Hak Cipta Tulisan

Pernah gak tulisan sampeyan dikopi, dan dipublish oleh orang lain? Kalau pernah apa yang sampeyan lakukan? Kebakaran jenggot dan ngamuk-ngamuk? Negur baik-baik, bikin tulisan sindiran atau diemin saja?

Tentunya, gaya tiap orang akan beda-beda. Tapi kalau menurut saya, sudah gak jaman ngamuk-ngamuk soal tulisan yang dikopi. Apalagi tulisan itu sifatnya tutorial yang kalau di share akan mencerdaskan kehidupan bangsa. Tambah kurang relevan untuk ngamuk-ngamuk.

Sampeyan pernah tahu Inul Daratista? Atau mungkin Kangen Band? Mereka terkenal karena bajakan. Pada masanya, mereka malah jauh lebih terkenal dari artis-artis yang selalu meributkan hak cipta. Jadi, anggap saja promosi gratis kalau tulisan sampeyan dikopi :mrgreen:

E tapi, bagaimana kalau yang ngopi itu tidak memberikan atribusi sepantasnya bagi kita, dalam hal ini penulis aslinya? Oh well, silahkan dicoba dikomunikasikan dahulu. Sebagai manusia, khilaf itu biasa 😆 . Kalau masih bandel doakan insap saja lah.

Saya sendiri tidak begitu masalah kalau ada yang mengkopi atau merepost tulisan saya. Walaupun sebenere saya lebih seneng kalau orang lain itu me-remix tulisan saya dengan gaya tersendiri, dan menjadi tulisan yang lebih baik. Istilahnya bangga lah. *emange ada yang mau?*

Oh iya, yang saya bilang di atas belum tentu cocok bagi sampeyan, bahkan bagi saya sendiri, dalam beberapa situasi. Tulisan yang nyeni seperti cerpen atau puisi misalnya. Akan lebih enak kalau diberi atribusi sepantasnya dan tidak diubah-ubah alias di-remix 😆

Terakhir, komunikasikan dengan jelas bagaimana seharusnya memperlakukan tulisan kita, apakah bebas, berlisensi ketat atau yang lain. Kalau saya sendiri? Bisa dilihat di halaman persetujuan 🙂