Arsip Kategori: Uncategorized

Waika… Waiki…

ada pemandangan yang cukup membuat um… gimana yah? intinya shocking lah. ga bisa kasi komen apa-apa, temen-temen silahkan komen ajah sendiri. poto ini diambil kemaren sore -30 juli 2007, jam 16.30 WIB di sebelah utara pasar telo, jalan menukan karangkajen yogyakarta.-

yang salah parkirnya atau rambunya jal… kalo saya sih berprasangka baik saja. pasti yang DLLAJR yang masang rambu gak tau lalu lintas…

Indon Loe -inspired by drian-

post yang sebenere punya drian. tapi entah kenapa…. saya kok merasa penting saja buat repost di site saya. kebetulan, saya punya berbagai macam jenis teman…

Apa itu Indon? Indon adalah kata yang digunakan oleh orang Malaysia untuk memanggil orang Indonesia. Kata Indon ini pernah digunakan di sebuah pers Australia. Entahlah cuma karena kesalahan ketik, atau… mereka benar benar bermaksud memanggil Indon?

Untuk beberapa orang, kata Indon ini dianggap sangatlah ofensif. Wow.. saya sendiri bingung. Rasis kah kata Indon? Dosa kah kata Indon? Kenapa Indon? haha Tunggu, sebelum kita ke kata “Indon” mari kita bahas kata kata yang lainnya dulu.

Sama halnya dengan kata Nigger di Amerika. Kalau kata itu ditujukan kepada orang hitam maka orang itu menjadi rasis, mereka lebih memilih untuk disebut “Black Man” atau “Nigeria”, atau “African American”. Tapi anehnya, sesama mereka boleh menyebut “N” word ini. Ini karena sebuah sejarah dulu, dimana budak budak dipanggil nigger (tolong diberi pencerahan) Dari situlah maka kata “nigger” dianggap merendahkan martabat mereka, karena nigger = budak. I hope that makes sense, dan ini juga hanya sepengetahuan saya.

Kenapa orang Madura tersinggung dipanggil Madura? Kenapa orang Cina tersinggung dipanggil Cina. Kenapa orang Jawa tersinggung disebut Jawa? Kita merasa tersinggung karena kita merasa bahwa kata itu ada arti negatifnya. Walaupun yang menggunakan kata itu gak bermaksud negatif.

Kalau gak disebut Jawa, disebut apa? “orang yang disebelah pulau Bali”? Sejauh ini saya gak tau kenapa orang tersinggung dipanggil Indon.

Apa karena ada hubungannya dengan TKI di Malaysia yang diperkosa, dipukul dan diperlakukan tidak manusiawi yang menyebabkan kata Indon ini menjadi dosa? Untuk anak anak Malaysia, bisa sedikit memberi pencerahan?

Mungkin kasus ini hampir sama dengan kasus di Afrika Selatan, dimana orang Negro sebagai bangsa pribumi dan orang kulit putih sebagai Non-Pribumi. Pada tahun 1960-an, ada sebuah hukum apartheid yang digunakan untuk mengatur system ekonomi dan system sosial masyarakat. Lalu singkat cerita Nelson Mandela menang dalam perjuangan untuk hak hak mereka, agar tidak didiskriminasikan lagi, dan tidak dianggap sebagai “manusia kelas dua”. Yang mereka minta cukup simple, agar mereka dihormati sama seperti orang berkulit putih, bukannya menghapus kata “Negro”.

Indon Loe!

About Leechers And MFA Bloggers

jaman sekarang kok ngetren yah, leechers di Multiply, yang ndaptar cuma buat nge-donlod lagu-lagu saja. wah, bener-bener repot jadinya kalo sudah begini. jadi gada rasa-rasa berbaginya. oke lah, kalo dibilang koleksi i-net nya lelet setengah mati, khan bisa share about something di jurnal -blog- atau review sesuatu.

nah, kalo koneksi inet sudah agak beres, yah, share lah foto, ato apa yang menarik gitu, jadi kesannya nggak nge leech amat. nah, apalagi yang punya koneksi i-net bagus, tapi tetep ngeleech. kata wak haji sih: “terlaaaluuu”

ada lagi spesies yang menyebalkan dari komunitas blogger, umunya terjadi di blogspot. yaitu MFA Blog. -Made For Adsense-. yang mana ini jauh lebih menyedihkan dari MFD -Made For Download-.

blogger-blogger ini, biasanya hanya peduli pada ad-sense saja. dengan bikin blog, yang umumnya berbahasa inggris -ada sih yang indonesia-, hanya isi satu ato dua, dengan tujuan di acc ma google. lalu mereka ga pernah ngeblog lagi. jangankan share sesuatu yang berguna, share pengalaman n hidup ajah nggak…

blog slese di ACC Google, udah, abis. klik teruuus adsense sampai peyot, dengan proxy dan anonymizer… BAH!

padahal mereka khan sudah menghasilkan banyak duit dari adsense. mbok iyao, seminggu sekali share sesuatu. toh internet gak mahal, cuma 4000 sejam. dibandingkan dengan penghasilan mereka yang ratusan ribu sampai jutaan rupiah per bulan…

it is just me yang gak tau perkembangan jaman atau… memang menyebalkan yah…

ngafé nèng plataran

mungkin, saya ada lah orang yang paling sering ngafé nèng plataran -ngafé di halaman-. ya, plataran cafénya.

lha wong gimana, di jogja itu café-cafénya kebanyakan mempunyai policy yang aneh. gak boleh masuk kalo gak pake sepatu. boleh masuk asal pake sepatu, meskipun gak beli ato gak consume.

nah karena policy itu, maka kebanyakan saya ngafé di plataran, ndak boleh masuk… padahal mau pindah tempat hang-out kok males… akhirnya saya dan temen-temen ya mung dapet plataran, dan pesen sama yang jaga pintu…

e lha dhalah, giliran makin malem, dan kita pesennya makin banyak, kok kita disuruh masuk ke café nya… policy yang plin-plan amat, ato malah memang ya… semua dinilai dari penampilan…

café jogja memang aneh, jangankan saya engKoh Bing Tie, yang masih keluarga besar PT Djarum saja ditolak kok masuk Hugo’s. gara-gara apa lagi? gak pake sepatu…

policy seperti itu memang baik, tapi kurang pas bila diterapkan di jogja. lha wong disini saja orang pake sepatu kalo cuma ada something special saja. lain cerita bila di jakarta ato di kota metropolis lainnya.

kita bisa maklum bila itu ada di zouk, atau di hard rock. lha ini, jogjakarta raya je… sok maju memang, sok singapur… jeheheheh… gak mempertimbangkan kalo di singapur lebih dari 90% sudah bersepatu. sangat beda dengan jogja yang justru 90% nya bersendal…

Berkacalah, BOS!

kemaren, saya maen ke tempet temen saya, yang kebetulan jadi bos -agak aneh memang, saya kok punya temen bos, biasane pol mentok bakul jangan- dan ketemu sama kru-krunya yang sambat soal kelakuan tangan kanan nya, yang moga-moga masih temen saya juga.

dengan sok jagoan, saya tampung tha keluhan-keluhan kru-kru itu, saya sampekan ke temen saya yang kebetulan jadi bos itu -atau bos yang kebetulan jadi temen saya, ambigu memang-. wee lha dhalah, ternyata saya kalah gerilya, dan ndak cukup njijiki, untuk menjilat bos yang mau jadi temen saya itu.

“apa masalahnya sama orang itu, lha wong performanya baik, menetapkan aturan dengan tegas, dan menaikkan profit kok…”

“o…” saya bilang…

tampaknya bos itu tidak seprinsip dengan saya, -pegawai yang bahagia, adalah pegawai yang memberikan lebih banyak profit- tapi berprinsip sama seperti Negara -jangan kamu tanya apa yang negaramu berikan, tapi tanyalah, pada dirimu, apa yang kamu berikan pada negaramu-.

dalam kasus ini, kata negara boleh diganti dengan kata bos… jadi pegawai yang baik adalah pegawai yang memberikan profit tertinggi, memberikan jiwa dan raganya pada perusahaan, pokoke dengan nasionalisme, eh perusahaanisme tertinggi, adalah pegawai terbaik.

saya hanya bisa bilang, berkacalah bos… meskipun kamu tidak pernah melarat seumur-umur, tidak pernah jadi pegawai yang bekerja pada orang lain,
selalu punya opsi, dan tidak pernah kalah. coba deh jadi mereka, yang selama ini mengalirkan duit ke pundi-pundimu…

Pesan Bapakku

“le, paribasane awake dhewe ki kere munggah bale, arepa sakiki awake dhewe diparingi isa munggah bale karo Sing Maha Welas, nanging elinga awake dhewe ki ya tetep wae dasarane kere… dadi aja pisan pisan, ngremehke uwong, aja ambeg marang kahanan, tetepa dadi bocah kang andhap asor…”

“aja isin dadi kere, isina yen kowe ngrugekke liyan, nglarakke atine wong liya, lan uga nggawe sesolah sing ora pener”

“dadi uwong, aja mikir awakmu dhewe, yen arep nglakoni apa wae, ngiloa, trepna wong liya sing arep nampa sesolah mu, lan pikiren tembe mburine.”

“dadia wong pinter sing ora minteri, lan duwea ati kanggo ngati-ati”“nak, kita ini cuma kere, yang kebetulan diijinkan Tuhan naik pangkat. tapi ingatlah, dasarnya kita itu tetep kere, jadi jangan sekali-kali meremehkan orang, jangan sombong atas keadaan, tetaplah jadi anak yang rendah hati”

“jangan malu jadi kere, malulah kamu kalau merugikan orang lain, menyakiti hati orang lain dan melakukan perbuatan yang tidak benar”

“jadi orang jangan memikirkan diri sendiri, jika hendak melakukan sesuatu, berkacalah,
jadilah orang lain yang akan menerima perbuatanmu, dan pikirlah sebab akibat perbuatanmu”

“jadilah orang pintar, yang tidak minteri (menipu), dan punyalah hati, untuk berhati-hati”

 

Pesan Bapakku

“le, paribasane awake dhewe ki kere munggah bale, arepa sakiki awake dhewe diparingi isa munggah bale karo Sing Maha Welas, nanging elinga awake dhewe ki ya tetep wae dasarane kere… dadi aja pisan pisan, ngremehke uwong, aja ambeg marang kahanan, tetepa dadi bocah kang andhap asor…”

“aja isin dadi kere, isina yen kowe ngrugekke liyan, nglarakke atine wong liya, lan uga nggawe sesolah sing ora pener”

“dadi uwong, aja mikir awakmu dhewe, yen arep nglakoni apa wae, ngiloa, trepna wong liya sing arep nampa sesolah mu, lan pikiren tembe mburine.”

“dadia wong pinter sing ora minteri, lan duwea ati kanggo ngati-ati”

“nak, kita ini cuma kere, yang kebetulan diijinkan Tuhan naik pangkat. tapi ingatlah, dasarnya kita itu tetep kere, jadi jangan sekali-kali meremehkan orang, jangan sombong atas keadaan, tetaplah jadi anak yang rendah hati”

“jangan malu jadi kere, malulah kamu kalau merugikan orang lain, menyakiti hati orang lain dan melakukan perbuatan yang tidak benar”

“jadi orang jangan memikirkan diri sendiri, jika hendak melakukan sesuatu, berkacalah,
jadilah orang lain yang akan menerima perbuatanmu, dan pikirlah sebab akibat perbuatanmu”

“jadilah orang pintar, yang tidak minteri (menipu), dan punyalah hati, untuk berhati-hati”

Ja Kandha Kandha, Jangan Bilang Bilang…

beberapa waktu yang lalu, saya pergi ke sebuah desa di bantul, nileki -berkunjung- ke tempat yang dulu pernah tak botohi jiwa raga, jadi relawan -katanya-.

ternyata rumahnya sebagian sudah dibangun, lumayan laaah, meskipun sebagian hasil swadaya. rumahnya, meskipun terbilang sederhana, cukup lah untuk tempat berlindung.

tiba tiba, mak bedhundhuk, terdengar suara dari belakang. Mas Spiderman, piye kabare? waaah… anak-anak itu masih ingat, ya anak-anak yang dijodohkan Tuhan ke aku, meskipun harus dengan gempa…

Mas Spiderman? Jadi begini ceritanya,

juni, tahun lalu…
pekerjaan pendirian tenda sudah selesai, hari menjelang sore… anak-anak tak liat lagi bermain-main dekat tenda dapur umum…

kok ndilalah, entah saya kesambet apa, saya pangggil salah satu anak itu, trus tak bilangin.

saya:
“dhik, dhik, tak kandhani rahasia, tapi aja kandha sapa-sapa lho yaaa…”
-dhik dhik, tak ceritain rahasia, tapi jangan bilang sapa-sapa lho yaaa-

anak:
“iyo mas”
-iya mas-

saya:
“tenan lho iki”
-beneran lho ini-

anak:
“tenan mas”
-bener mas-

saya:
“aku spiderman!”

lah kok, dengan spontannya anak itu dieem ajah… trus ada si mia lewat. anak itu bilang mbak mieeee…. mas sastro spiderman yaaa???

mia:
“huwaaaaaaaaa!”

p.s.:
miss you mia, thanks buat dedikasi kamu, berbulan-bulan tidur di tenda… thanks buat lovely moments yang udah kamu berikan ke anak-anak itu. dan juga thanks buat lima ratus ribu yang kamu kumpulkan dari keluargamu. anak-anak itu titip salam, n katanya pengen nyusul kamu…

Ja Kandha Kandha, Jangan Bilang Bilang…

beberapa waktu yang lalu, saya pergi ke sebuah desa di bantul, nileki -berkunjung- ke tempat yang dulu pernah tak botohi jiwa raga, jadi relawan -katanya-.

ternyata rumahnya sebagian sudah dibangun, lumayan laaah, meskipun sebagian hasil swadaya. rumahnya, meskipun terbilang sederhana, cukup lah untuk tempat berlindung.

tiba tiba, mak bedhundhuk, terdengar suara dari belakang. Mas Spiderman, piye kabare? waaah… anak-anak itu masih ingat, ya anak-anak yang dijodohkan Tuhan ke aku, meskipun harus dengan gempa…

Mas Spiderman? Jadi begini ceritanya,

juni, tahun lalu…
pekerjaan pendirian tenda sudah selesai, hari menjelang sore… anak-anak tak liat lagi bermain-main dekat tenda dapur umum…

kok ndilalah, entah saya kesambet apa, saya pangggil salah satu anak itu, trus tak bilangin.

saya:
“dhik, dhik, tak kandhani rahasia, tapi aja kandha sapa-sapa lho yaaa…”
-dhik dhik, tak ceritain rahasia, tapi jangan bilang sapa-sapa lho yaaa-

anak:
“iyo mas”
-iya mas-

saya:
“tenan lho iki”
-beneran lho ini-

anak:
“tenan mas”
-bener mas-

saya:
“aku spiderman!”

lah kok, dengan spontannya anak itu dieem ajah… trus ada si mia lewat. anak itu bilang mbak mieeee…. mas sastro spiderman yaaa???

mia:
“huwaaaaaaaaa!”

p.s.:
miss you mia, thanks buat dedikasi kamu, berbulan-bulan tidur di tenda… thanks buat lovely moments yang udah kamu berikan ke anak-anak itu. dan juga thanks buat lima ratus ribu yang kamu kumpulkan dari keluargamu. anak-anak itu titip salam, n katanya pengen nyusul kamu…

Pesawat Indonesia : JANGAN KE EROPA!

pesaaawatku dilaaaarang terbang…

o alah, lagi malu bener bangsa ini, lha sudahnya kemaren pengibaran bendera RMS di maluku bisa lolos di acara yang bahkan dihadiri Presiden RI, kurang apa coba? lha wong separatis kok bisa-bisa nya masuk ke acara yang ada presidennya?

belum selesai terkaget-kaget, walah, ada berita ini pula. menyatakan begini:

Komisi Uni Eropa (UE) kemarin mengeluarkan daftar hitam maskapai penerbangan yang tidak aman bagi konsumen dan agen perjalanan di Eropa. Dalam daftar itu, tercantum 51 maskapai asal Indonesia, termasuk maskapai pemerintah, Garuda Indonesia.

o alah endonesa, sudahnya martabat jatuh bertubitubi gara-gara ekspor TKI -yang sering dianggap budak-, separatis di mana-mana, pesawat dilarang terbang pula ke eropa. kurang apa coba?