Arsip Kategori: Uncategorized

HOAX! Hooo Alah!

Beberapa hari ini saya mendengarbanyak banget isu-isu, ato lebih tepatnya, HOAX itu… HOAX ini aseli Indonesia lhoo! lebih lengkapnya baca disini

Rame banget soal isu telepon layar merah itu… Yang katanya kalo jadi nomor peneleponnya jadi merah, akan membikin kita mati seketika. Karena efek radiasi sinar inframerah yang terpancar itu (sampe nomernya pun jadi merah)… Hag Hag Hag, what a pity joke… Nha, gimana nasibnya tuh pengguna iphone, dimanasemua nomor penelepon jadi merah kalo belum masuk phonebook (CMIIW)

Trus lagi, katanya jangan diangkat kalo dapet telpon dari belakangnya 666. Katanya nomer itulah yang bisa membunuh. Weladalah, salah satu yang sering nelpon saya itu belkangnya 666 itu je… . Mungkin dia ada sedikit dendam sama saya soal nyek-nyekan yang kadang kelewatan, tapi, saya yakin, dia gak bakal bunuh saya…

Selamat Ya Ndhuk…

Selamat ya ndhuk, kamu sudah jadi orang sekarang. Semua rasanya sudah kamu capai. Tinggal Kang Mas mu ini, yang memang masih begini begini saja..

Maturnuwun, kamu sudah memperhatikan, itu sudah lebih dari cukup… Pesenku, jangan lihat ke belakang, lihat saja kedepan. Kamu mempunyai masa depan yang sangat cerah. Kalo para gombalis bilang, secerah mentari pagi 😀

Sekali lagi, selamat ya ndhuk…

For What Comission?

Mungkin, beberapa dari sampeyan sampeyan sudah pernah mengenal singlish -singaporean english-. Bahasa inggrisnya orang singapur, yang selalu pake akhiran siao, liao, lai dan ungkapan ungkapan ajaib lainnya macam walking-walking, long time no see.

Nah, datanglah ke Jogja, dan pergilah ke daerah turis, semacam Prawirotaman ataupun Sosrowijayan dan dengarlah percakapan tukang becak dengan turis asing. Sampeyan pasti mendengar Inggrisnya orang jawa, alias Javanglish. Memang tak setenar Singlish, tapi sama lucunya. Seperti obrolan antara tukang becak dengan turis asing yang belum lama ini saya dengar…

“I am not looking for comisson, for what comission? You Happy I happy, pokoke, you satisfy I satisfy. You asking to bakpia, I go you to bakpia, you asking to batik, I go you to batik. you not asking, I not go sir…”

Bingung? Samma… Tapi yang jelas, salut buat sang tukang becak yang sudah mau berusaha meningkatkan kualitasnya. Dan tambah salut pula sama yang ngajari sang tukang becak bahasa inggris… Soalnya dengar-dengar, banyak tukang becak yang belajar bahasa inggris dari sukarelawan yang tidak memungut biaya. Baik itu turis yang cukup lama tinggal di Jogja, dan bisa bahasa Indonesia, Para Seniman dan para gaet yang memang terbiasa bergaul dengan orang asing,  ataupun sesama rekan tukang becak…

Testing Ngeblog Liwat HaPe

Whaa ini, testing blog via hape dengan bantuan wordpress gadget. Ternyata gampang sekali. Tinggal buka http://m.wordpress.com

Setelah itu, login, maka akan muncul menu-menu esensial. Lumayan lah kalo cuma untuk ngepost sederhana. Meskipun masih banyak kekurangan disana sini, soal tag misalnya. Tampak absen (ato saya yg belum nemu ya?)

Anyway, WordPress Gadget sangat bermanfaat. Ndak ada alasan lagi untuk ndak produktip!

Ditulis via Opera Mini dengan bantuan hapenya bakuljangan (Nokia 6020)

Apa Ya?

Apa Ya?

Kok bingung mau nge blog saja. Mungkin karena energinya sudah habis soal perdebatan ucapan selamat natal bagi kaum kristen, yang dalam pandangan saya boleh, dan beberapa orang (yang menurut saya) ekstrimis ndak boleh.

Sebenere, saya ndak mau membela diri (setidaknya menurut dari beberapa orang mereka begitu) . Buang-buang energi saja! Saya menghormati pandangan mereka, dan tidak mengganggu gugat mereka. Hanya sebatas memaparkan pandangan saya. Tapi apa yang terjadi? Beberapa dari mereka malah bilang saya sesat (sampai disini saya masih ndak papa, wong sodara saya sendiri banyak yang ngolok-olok kalo saya sesat), bahkan menuduh saya MENYESATKAN UMAT. Lha itu saya yang ndak terima. Wong saya ndak ngajak ngajak kok, lagipula saya  memaparkan alasan yang menurut saya masuk akal, mereka ndak membalas saya dengan alasan yang menurut saya melegakan, malah menuduh saya sesat ples menyesatkan.

Apa benar saya menyesatkan?

Dua Hal Yang Tak Pernah Berubah

Kemarin aku cerita apa ya? Oh ya soal dejavu dan tubi kontinyu nya soal no reply. Sakiit banget memang, sampai sekarang saya masih dapat no reply. Fiuuuh.

Trus bagaimana ya? Other side of me tanya, apa ndak capek tuh? Tiap hari kamu masih tetep dapat no reply? Whaaaa! Capek juga sih kalo dipikir pikir n dirasa-rasa… Tapi bukankah saya harus menyelesaikan apa yang belum terselesaikan. Soal sakit hati dan capek urusan belakangan… Dibikin numb saja lah!

Tapi, yang jelas, paling nggak ada dua hal yang enggak berubah. Saya nggak akan menyerah soal ini, dan saya akan selalu seganteng ini (sejelek ini tepatnya) wekekekekeek…

Sorry, But You Got No Reply

Beberapa hari ini saya ujug-ujug mak bedunduk dimarah-marahin oleh salah seorang teman saya. Marahnya sudah sampai pada level furious menurut saya. Dan sayangnya, dia ndak mau kasih tahu saya, apa salah saya sama dia. Meskipun saya tahu apa dan siapa triggernya, tapi kok tak dedes ndak mau ngaku, apa yang kurang berkenan bagi dia. Hiks hiks…

Berkali kali saya kirim sms coba minta maap sama dia. Telpon lom brani seh,
lagian paling paling skenarionya kalo gak diangkat ya dikasihkan temennya. Dasar Naseeeb!

Sampe sampe, kalo hape saya bisa ngomong ke saya, dan sang hape itu punya
akal, dia pasti bilang,  sorry my friend, but you got no reply