Arsip Kategori: Uncategorized

Menghadapi Service Center Guemblung!

Sampeyan punya hape masih garansi, tapi sudah ndak beres kerjanya? Ya bawa ke service center! Selama kerusakan itu bukan karena kesalahan sampean, ongkos service dan sparepart gratis tis tis.

Itu idealnya, tapi seringkali ada saja hal yang tidak berjalan dengan semestinya. Ambil contoh, seorang teman saya pernah nyerpisken hape nokia nya sampe 9 bulan. Atau juga keluhan bakule jangan, pokoke ada-ada saja! Ndak mengenal merk, atau distributor.

Saya kurang tahu soal service center selain dari Sony Ericsson, –meskipun sedikit banyak tahu tentang distribusinya–. Oleh sebab itu, kali ini saya rasan-rasan saja soal yang saya tahu saja. Kalo soal service center ya Sony Ericsson itu tadi.

Pertama kali, carilah service center resmi di kota sampeyan. Kalau sampeyan tidak tahu, atau ragu, bisa ditanyakan ke SE Support Indonesia di +62212701388. Trus, apa yang sekiranya dibutuhkan? Bawa saja, hapenya –ya jelas lah–, lalu bawa kartu garansi, juga nota pembelian. Itu saja, yang lain bawa saja kalo diminta –biasanya kalau hape itu rusak parah atau cacat produk, kelengkapan lain diminta dibawa, agar hape nya diganti baru–. Nha, setelah hape masuk, kita akan mendapat tanda terima yang didalamnya ada nomer RO, alias Repair Order. Simpan baik-baik tanda terima ini, dan tanyakan berapa hari bakal jadi. Lalu datanglah kembali pada hari yang dijanjikan. Seharusnya, semuanya sudah selesai dengan baik dan benar.

Kalau ada masalah, atau penundaan yang tentunya kurang menyenangkan, jangan terburu-buru mencabut klaim garansi sampeyan. Ajukan komplain ke SE Support di +62212701388, sebutkan nomor RO dan dimana nyervisnya –itulah gunanya bertanya dahulu dimana service center resmi–.

Setelah diservis, sebelum meninggalkan service center, cek baik-baik hape sampeyan, mungkin ada yang mengganjal, atau kurang beres. Seperti pada beberapa kasus, teknisi lupa memasang kembali segel, sehingga kita tidak bisa mengajukan klaim lagi bila nantinya ada kerusakan lagi, dan masih dalam masa garansi.

Kalo semuanya oke, nikmati kembali hape sampeyan –kayak apa wae–. Semoga sedikit tips ini bisa berguna.

Diskriminatip!

Pernahkah sampeyan-sampeyan melihat diskriminasi? Saya kira pasti pernah.

Mulai dari tempat parkir, pasti beda kalo sampeyan naik mercy dengan naik mobil jepangan atau koreanan biasa. Padahal, mungkin orangnya sama :mrgreen: . Ada lagi di kantor operator seluler, bagi sampeyan yang punya kartu paska bayar dan bayarnya di kisaran sejutaan atawa lebih per bulannya, pasti ndak pernah merasakan yang namanya antri. Masih buanyak lagi contoh yang lain. Mulai dari ndak perlu ngantri di klab malam karena sering consume banyak disitu, bank karena nabung lebih dari sak milyat, dan berbagai hajat hidup lainnya.

Sebagai yang teristimewakan, pasti hampir bisa dibilang bakalan bangga, ya toh? Wong yang namanya jadi sepesial itu hampir selalu membanggakan. Sarujuk ndak? Tapi, bagi yang terpinggirkan oleh orang-orang istimewa itu –seperti saya misalnya– paling paling cuma bisa cengar-cengir sambil bilang dalam hati. Dam*ut!

Mungkin, perlukah beberapa diskriminasi itu? Atau cuma… Yah…

Soal Faith Freedom

Pernahkah sampean tahu Faith Fredom? Situs yang katanya membantu muslim untuk meninggalkan islam. Wow! Di situs tersebut, juga ada forum diskusi Indonesia nya.

Tenaang, tenaang. Jangan panas dulu. Emosi boleh, wajar kok. Tapi keep it cool, oke…

Begini. Kalo sampean lihat-lihat di forum nya, bakalan banyak argumen, atawa pendapat negatif tentang islam. Disertai dengan referensi-referensinya, termasuk Al Qur’an dan Hadits “eceran”, alias sepotong-sepotong.

Celakanya, sampai sekarang, tidak ada seseorang pun, dari pihak muslim yang menjawab argumen mereka dengan cerdas. Malah lebih terkesan memajukan amarah.

Memang, kata-kata, dan diskusi yang berjalan cenderung mbikin emosi. Karena, dalam opini saya, yang terjadi disana justru hate speech, bukan diskusi sehat. Tidak membuka wacana, tapi mencari kelemahan untuk menjatuhkan. Trus, trus, trus. Apa saya gabung di forum diskusinya? Setidaknya saya ndak omong doang soal saudara muslim yang mengcounter dengan tidak cerdas. Oh, tidak. Saya suka diskusi, tapi tidak hate speech. Percuma juga diskusi kalau didasari hate.

Nah, lalu apa tujuan saya ngrasani Faith Freedom? Jadi mbegini… Saya ngajak kesitu, supaya bisa kita tahu, kenapa islam dan muslim bisa dibenci.

Open mind. Open heart. Be smart! Sudah ndak jaman teriak bakaar! Sudah ndak jaman melakukan kekerasan, apalagi teriring teriakan “Allahu Akbar”

Lima Ribu

Lima ribu kali, orang sudah tersesat di blog saya. Blog sampah isinya curhat ndak jelas serta beberapa konten yang sama ndak jelasnya. Hehehe…

Lima ribu sejak saya pake wordpress.com kira-kira Nopember 2007 –kalo ndak salah ingat–. Dikit amat? Walah itupun saya masih heran lho… Kok ya ada-adanya yang mau visit.

Lima ribu, mungkin hanya traffic seminggu bagi beberapa orang kondang, ataupun trend blogger, yang selalu mempunyai topik hot. Tapi bagi saya, yang bukan termasuk kedua jenis di atas, lima ribu dalam sebelas bulan cukup membuat saya terheran-heran juga.

Buat para temen yang udah visit, atau visitor mabuk yang nyasar kesini. Thanks beraaat!

Teman Baik? Stok Saya Buanyak!

Kalo ditanya, Pernahkah sampeyan punya teman baik? Ya. Sepanjang hidup saya, teman baik datang dan pergi. Lho? Kok? Apakah saya termasuk orang yang menganggap teman baik itu cuma teman yang menguntungkan bagi saya? Bisa jadi… Tapi ya, begini. Biar saya cerita dulu, kenapa teman baik saya, datang dan pergi.

Ndak ada yang tidak berubah di duniya ini, setuju ndak? Dari situ lah alasan saya bermula.

Beberapa tahun yang lalu, saya adalah seorang yang meski belum bisa dibilang kaya, tapi bisa dibilang kecukupan lah. Hampir semua yang saya mau, bisa saya usahakan dengan apa yang saya miliki. Juga, hampir selalu bisa membantu teman, sebelum cobaan Gusti Pengeran itu terjadi. –kalo ndak salah pernah saya singgung dalam post saya sebelume–. Dengan keadaan itu, jelas lah, teman baik –atau yang setidaknya pura-pura baik– saya banyak.

Lalu, cobaan Gusti Pengeran itu datang. Teman yang saya percayai usaha bareng sama saya menggelapkan uang usaha kami, dan menimbulkan kerugian yang cukup signifikan bagi usaha itu. Memang bagi beberapa orang, kerugian itu “hanya” seharga Kijang Innova saja. Tapi bagi saya, itu menghabiskan tabungan saya, mematikan sumber pendapatan saya, yang terpaksa harus tutup, mengacakadut kuliah saya. Dan menghilangkan teman-teman saya. Fiuh…

Itu hal pertama, selanjutnya ada juga teman saya yang ogah kenal lagi sama saya, karena dia sudah sukses, hidupnya sudah enak, dan ndak mau direpoti oleh saya yang lagi kacau balau.

Trus, ada juga, teman saya yang jadi jauh karena saya yang menjauh. Lho? Menjauh? Iya! Dalam kasus ini, temen saya itu sudah jadi orang penting yang sibuk terus, atau selebritis yang sering masuk tipi. –jangan tertawa, seorang yang sering masuk pegadaian punya temen yang sering masuk tipi. Ndak percaya juga boleh.–

Tapi, saya bersyukur. Saya ndak melulu kehilangan teman. Ada juga teman baik yang justru datang saat saya amburadul. Dhen Kaboel misalnya, dia jadi teman baik saat saya hancur, dan malah sekedar kenal waktu saya jadi “orang”. Juga ada temen-temen baru saya macam Joni SWAT (thanks Dhen Kaboel sudah mengingatkan), Si Ncon, Bernad Dhoyox, Kuda, Westnu Sempak, dan Alhamdulillah banyak lagi. Tak bisa dilupakan juga temen saya yang teteup tidak berubah. Macam Si Suryo, Ryan sang penjagal Jageran, Yuda, juga Mas Agus Pengkit.

Bagaimanapun, tengkyu ya pren, dah bikin hidupku berwarna. Buat yang pada mbaca, –kalo ada :mrgreen: — saya yakin. Hidup sampeyan belum tentu seberwarna saya…

Ngumpulken Kisah Lama

Kalo sampeyan perhatikan blog saya ini, posting tertua adalah pada tahun 2005. Lho? Kemarin khan tahun 2006? Dan mulai aktif banyak nulis baru sekitar Maret 2007? Apa saya manipulasi tanggal publish blog biar tampak senior? Oh, tidaak! Saya bukan tipe lelaki seperti itu… Begini lho ceritanya…

2005 adalah waktu pertama ngeblog saya. Dengan platform typepad (atau movable type ya?) dengan bantuan dari blog friendster. Halah, friendster? Ya, karena waktu itu saya males bikin akun lagi. Dan mulailah saya kenalan dengan blog mengeblog itu.

Lalu, ketika saya mulai jengah dengan kondisi friendster yang makin lama makin banyak abg ndak jelas dengan tulisan yang MéñYäKìTKàñ MåTä, saya pindah platform ke blogspot. Pertama kali dikenalkan oleh Mak Cik, temen baik saya. Mulailah saya ngeblog di blogspot.

Selang beberapa bulan, saya kenal yang namanya multiply. Sebuah platform yang menyenangkan dan komplit menurut saya. Bisa share video, musik, ngeblog (di multiply namanya journal), juga ada fasilitas social networknya. Disini, saya ngeblog dan share lagu-lagu unik yang sekiranya sudah susah dicari di pasaran. Jadi setengah pembajak begitu. Di sini saya mempunyai banyak kontak, dan menjalin komunitas yang menyenangkan. Termasuk dengan mas Iwan Esjepe –Indonesia Bertindak– dan Pak BR –saat itu, yakin, saya ndak ngeh kalo Pak BR itu seleblog :mrgreen:

Tak berapa lama, multiply mengeluarkan policy untuk mendisable download music, dan mengubahnya hanya menjadi streaming saja. Wah, ndak asik, wong sebagian besar rakyat indonesia masih fakir bandwidth…

Pada saat itu, lha kok ndilalah saya melihat Mas Afit –yang sudah duluan menggunakan platform wordpress– ngeblog, dan tampaknya simpel banget. Mulailah saya jatuh cinta dan ngeblog pakek wordpress.

Lha trus, kok postingan nya lompat-lompat mbegitu? Kadang sebulan cuma sekali, kadang ndak sama sekali… Ini cerita keduanya.

Terus terang, 2005 – 2006 adalah tahun yang buruk bagi saya. Usaha saya ditipu. Uangnya, digelapkan oleh teman baik saya sendiri. Duoh! Di saat yang bersamaan, rencana pernikahan saya –yang sedianya tahun ini– gagal total, karena calon mertua saya dikompori oleh seseorang yang sekarang jadi suami calon istri saya itu –may God bless you both– . Jadi, post-post yang berkaitan dengan dua hal itu, sebagian besar saya hapus. Daripada ngenes… –walaupun akhirnya sekarang saya menyesal, karena bagaimanapun, itu semua kisah saya, hidup saya–

Dan begitulah ceritanya… *mengakhiri cerita sambil nginventaris dan mulai melalukan impor posting-posting saya ke blog ini*

P. S.
link dan kerapian menyusul, karena post ini ditulis lewat hapeh dengan bantuan wordpress gadget

Bingung Soal Blogwalking

Blogwalking, atau terjemahan bebas saya adalah jalan-jalan blog, dari blog satu ke blog yang lain untuk mencari informasi, atau sekedar bersosialisasi.

Saya seneng bener dengan yang namanya blogwalking ini. Selain bisa menambah ilmu, menambah teman juga membuka cakrawala.

Saya tidak ikut komunitas bloger, dan –sepanjang pengetahuan saya– tidak terdaftar dalam sebuah agregat pun. Jadi bisa dibilang saya ini bloger kuper –ndak tau pantes ndak saya disebut bloger, tapi istilah itu hanya untuk memudahkan saja.

Dari wordpress dashboard, sering saya klik itu top-blog, lumayan lah, apa yang terlihat disamber saja. Tapi, akhir-akhir ini, yang muncul sebagai top-blog adalah blog mengenai lowongan dan motor. Dua hal yang saya kurang tertarik.

Jadi, temen-temen, minta masukan, alamat atau pengarahan dong, blogosphere atau agregator mana yang menarik? Saya tertarik pada soal sosial. Matur tengkyu sebelume…

Ekonomi Ruwet Pemirsa…

Hari ini IHSG BEI ditutup di level 1.452. Turun 10 persenan, dan hanya dalam satu sesi saja.

Nangis bombay nangis bombay dah para pelaku saham. Kacau balau, investor telpon sana telpon sini, konsultasi kesana kemari, mendesak dan ngamuk-ngamuk pada pialang, maupun konsultan. Singkat kata, pecah ndiase!

Belum sembuh benar sakit kepala para pelaku bursa itu. BEI menyuspend perdagangan sesi ke dua, dengan dalih menyelamatkan harga saham karena aksi cut loss para pelaku pasar. Tambah puyeng itu para pelaku pasar, karena tidak bisa cut loss.

Lalu, kira-kira bagaimana perdagangan esok? Bakal lebih baek ato lebih nyungsep? Kita lihat saja besok…

Oh iya, mumpung saham lagi murah, mungkin ini saat yang tepat untuk beli saham sektor farmasi dan telekomunikasi, yang kemungkinan rebound karena panik dan puyengnya para pelaku pasar :mrgreen:

Kebencian Not Included!

Saya adalah pendukung ide freedom of speech alias kebebasan berbicara atawa berpendapat. Seperti pada kasus pemoderasian komentar di blog mantan sekolah saya, saya jadi orang yang paling sewot menentang ide itu.

Tapi ya, saya bukan penganut faham sak wudele dhewe, semau gue. Dalam perspektif saya, hak memperoleh kebebasan itu, dibatasi pula oleh hak orang lain untuk mendapat dan mempertahankan hak nya. Nha, kalo tidak, maka akan terjadi chaos, dan apa yang disebut homo homini lupus kemungkinan besar bakal kesampaian.

Dalam konteks freedom of speech, kebebasan itu mesti dibarengi pula dengan tanggung jawab, juga wisdom. Tidak asbun, apalagi sampe mengedarkan hoax, ataupun malah mengemukakan hate speech dengan dalih kebebasan berbicara.

Fokus pada hate speech, yang kebanyakan dilakukan oleh para ekstrimis-ekstrimis yang super fanatik itu, baik secara sadar, atau tidak sadar (bukan berarti mereka mabuk, tapi karena terbutakan oleh fanatisme mereka). Saya rasa sampean-sampean banyak yang sepaham sama saya, kalau “kebebasan” itu membuat rasa tidak nyaman.

Contoh paling konkret, akhir-akhir ini banyak kita temukan blog atau komentar blog yang saling menyerang perkara agama. Mencari-cari kelemahan agama lain, saling menjelekkan, menebar kebencian terhadap agama yang diserang. Hadoh hadoh hadoh! Sangat nggriseni, membuat tidak nyaman!

Hate speech everybody? I don’t think so… Hate not included :mrgreen:

Moderation? It sucks!

Blog di salah satu mantan sekolah saya, mempunyai policy yang benar-benar sucks menurut saya.

Tim pengelola blog itu, memoderasi setiap komen yang masuk ke blog itu. Ya, bukan cuma komen pertama saja, tapi setiap komen termasuk bagi yang langganan komen disana.

Menurut sampean-sampean bagaimana itu? It is good, normal, ato sucks! Well, sudah pada tahu opini saya toh?

Opini, tanpa alasan yang jelas, sudah tentu bisa dianggep ngaco, asal bunyi, bahkan cari sensasi menurut beberapa orang. Jadi biar afdhol, saya kemukakan alasan dari opini saya.

Pemoderasian komentar, di satu pihak, mencegah vandalisme komentar dalam satu blog, juga meminimalisir komentar spam –nah, ini bagi yang kurang percaya akismet, spamkarma dan temen-temennya. Tapi, tapi, tapi. Hal itu mencegah diskusi sehat yang terjadi dalam satu topik blog itu karena delay yang terjadi dalam pemunculan komentar. Juga, meskipun akhirnya sebagian besar di approve juga, tapi kesannya, pengelola nya cuma mau denger yang baik-baik saja :mrgreen:

Comments are welcome, tapi tolong, jangan ad hominem