Saya sedikit terganggu dengan kefanatisan yang berlebihan grup-grup OS akhir-aklhir ini. Tiap group merasa superior atas pilihannya. Why so serious?
Fanatisme menjadi menyebalkan ketika para fanatik itu adalah saling menjelek-jelekkan antara OS satu dengan yang lainnya. Taruhlah begini. Hanya conto lhooo!
Para fanatis Mac OSX, selalu merasa superior atas pilihannya. Mungkin memang benar, OSX mudah dipakek dan jarang crash. Tapi, Perasaan superior yang berlebihan membuat kurang nyaman pengguna lainnya.
Nha, di dunia penguin vs jendela, lebih seru lagi! Banyak fanatis jendela menunggulkan kemampuan jendela buat ngegame. Dan sebaliknya, penggemar penguin sering kali menjelek jelekkan jendela soal rentan virus.
Entah kenapa, akhir-akhir ini makin seru saja perasaan superioritas itu. Yang paling seru, adalah perasaan superioritas para fanatis salah satu distro turunan debian. Levelnya sudah sampai pada tahap membabi buta. Wes babi, buta meneh… Bayangpun, para fanatis itu, selalu mengunggulkan kestabilan pilihan mereka, menjelekkan pilihan atau kemampuan kaum lain. Bahkan sesama pinguin, yang sebenarnya perbaikan atau asal dari distro favorit mereka itu!
Ini mengganggu. Sangat mengganggu kesehatan perkembangan dunia per OS an. Terutama distro yang mereka unggulkan. Misalnya saja saya. Saya jadi kurang simpatik terhadap sang distro itu. Nha, bagi orang lain bisa saja malah ndak seneng gara-gara kelakuan para aktipis ndak genah itu…
Parahnya lagi, para aktipis itu kadang ther laa luu! Fanatik ndak pakek otak! Cobak bayangkan. Ada oknum yang menghina komunitas linux remastering lokal, dibilang bisanya remastering dari distro favorit mereka. Padahal, sebenere distro favorit mereka itu juga cuma perbaikan dari distro lain. Hadeh! Ndak cukup sampek disitu, beberapa oknum justru lebih parah, sampek bawa bawa yahudi segala.
Sadarlah naaak… 