Semua tulisan dari Hamid

Frau dan Fraya

Hari ini saya mendownload dan mendengar dua lagu. Dua-duanya bagus. Istimewa menurut saya. Dua lagu itu adalah Frau – Tarian Sari, dan Sarita Fraya – Twenty Two. Dua lagu yang sangat berbeda sebenarnya.

Saya bukan ahli musik. Gak begitu paham soal musik-musikan. Tapi kata saya dua lagu itu seperti, apa namanya? Paradoks?

Frau dengan Tarian Sari nya, menyajikan musik dengan musikalitas ndakik. Dengan instrumen “mewah”, tetapi justru memberikan kesan sederhana. Seolah Frau bercerita dengan sederhana.

Di sisi lain, Fraya menurut saya lebih sederhana dalam soal musiknya. Menggunakan instrumen yang lebih “sehari-hari” dibandingkan Frau. Tapi, kesan yang ditimbulkan di lagu Fraya justru lebih mewah dari cerita Frau.

Kalau divisualisasikan, di otak saya mungkin begini yang paling mendekati, lagu Frau seperti seorang gadis biasa, sederhana, teduh, tapi penuh misteri. Sementara lagu Fraya seperti gadis kota berpenampilan istimewa dengan segala kerumitannya. Dua duanya cantik, dengan caranya sendiri-sendiri.

Ah iya, dua lagu istimewa ini bisa didownload gratis di website Rolling Stone Indonesia atau Tumblr Free Singles Club untuk versi dengan bitrate yang lebih tinggi. Dan mungkin, sampeyan akan mengerti maksud saya.

Kirab Kesenian Itu

Sepertinya belum lama, saya digandeng ibuk saya untuk menonton kirab keliling kota itu. Belum lama juga, saya ngotot ngajak ibuk saya menghadang kirab itu bahkan sejak siang, demi bisa dapat tempat bagus, dan melihat kirab yang sungguh ramai itu dengan jelas. Dan ibuk saya pun dengan sabar menemani saya yang keras kepala ini untuk menghadang sang kirab, bahkan ketika jalan belum ditutup. Kirab itu membuat saya terkagum kagum. Ramai sekali, apa-apa ada. Bagus bagus! Tanpa tahu kirab dalam rangka apa. Pokoknya uapik!

Bertahun-tahun kemudian barulah saya tahu, kirab atau pawai itu dalam rangka sebuah festival seni. FKY, atau festival kesenian Yogyakarta. Tempat berkumpul, pameran dan banyak lagi buat orang-orang seni. Orang biyasa seperti saya pun bisa menonton macam-macam acara ataupun pameran karya disana. Meskipun banyak hal yang sebenarnya saya ndak paham apa yang mereka pamerkan. :mrgreen:

Sayapun masih sering menonton kirab yang sepertinya diadakan rutin itu, masih dengan kekaguman yang sama, ples karena pengen lihat beberapa teman yang terkadang ikut berpartisipasi. Meskipun sudah tidak sama ibuk lagi. Ibuk lebih sering menonton kirab bersama teman dan tetangga. Saya terlalu kikuk untuk bersama ibu-ibu itu, dan ibuk pun pasti kurang nyaman dengan pemuda-pemuda seniwen teman-teman saya itu.

Bertahun-tahun, kesan saya sama. FKY adalah kirab. FKY adalah pawai. Kesan saya tidak berubah, meski beberapa teman juga berpartisipasi tidak hanya saat kirab. Meski teman-teman saya seperti Mas Agus, Imam Abdillah, dan almarhum Tasiman sering mengajak saya nyeni disitu, tetap saja, di otak saya FKY adalah kirab. Entahlah, mungkin karena saya ndak terlalu paham, jadi rangkaian acaranya saya anggap membosankan.

Sudah FKY lagi!

Hari ini, FKY akan diadakan lagi. Sudah tahun ke 25. — lama juga ya? Dan apakah kesan saya masih kirab? Sepertinya tidak. Info program FKY tahun ini membuat saya berpikir lain. Wah, ngenomi! Tidak seperti biasanya. Entah ada angin apa. Yang jelas, saya cukup tergoda untuk menonton tidak hanya kirabnya. Ekspektasi saya naik. FKY ke 25 ini banyak acara yang menurut saya sangat WOW! Mulai dari video mapping, soundscape, dan teman temannya. Saking banyaknya acara yang sepertinya menyenangkan, saya malah bingung mau nonton yang mana saja. Ketoke apik kabeh je…

Hamid, yang sedang clingak clinguk cari barengan nonton FKY.

Menjemur Batere

image
Jemuran Batere

Saya tidak tahu apa hubungan stroom batere dengan sinar matahari. Setahu saya memang ndak ada hubungannya. Wong batere gak ada solar cell nya. Tapi masih banyak yang percaya, dengan dijemur kekuatan batere akan sedikit membaik. Bapak saya contohnya.

Dan anehnya, batere yang dijemur memang bisa sedikit naik kekuatannya, sampai gak ngaruh lagi dan harus beli baru.

Konon, dalam waktu yang gak lama bbm bersubsidi akan naik. Kurang tahu juga kapan naiknya dan berapa.

Idealnya, saya kurang berhak membebani negara dengan membeli bbm bersubsidi ini. Tapi berhubung lagi kere, sayapun mau tak mau membeli bbm jenis ini. Dan berapapun naiknya, tukune tetep limang ewu!

Menata Hati, Untuk Berdiri Dan Melanjutkan Lagi

Sudah setahun lebih yah ternyata. Trus sudah sampe mana? Sampai mana-mana, dan sayangnya balik lagi ke titik awal. Melelahkan memang.

Tapi apa ya mesti diam? Ya tambah modhiar kalau diam. Apa mesti menurunkan standar, melupakan idealisme? Entahlah, sepertinya saya masih terlalu keras kepala buat itu.

Apapun itu, saya harus melakukan sesuatu. Kembali ke titik awal dan mungkin harus mengulanginya lagi dan lagi. Sing penting tetep semangat. Yo ra?

Hamid, yang sedang menghitung hari lagi menuju tanggal 20.

Saya dan Stereo

Tulisan soal audio ini adalah rikuwes an temen saya, mas Wednes Yuda. Sodara beliau adalah seorang perencana perjalanan profesional. Bersama sang nyonyah, sodara beliau juga berdagang coklat yang percayalah, rasanya mak nyus! Ingin tahu lebih lanjut soal sodara beliau? Seorang penggemar audio, satu diantara temen saya yang (masih) tahu siapa itu Tjandra Ghozali? Silahkan berkunjung ke blognya, atau ikuti kicauannya. Lanjutkan membaca Saya dan Stereo

Menyemangati Diri Untuk Ngeblog Lagi

Entah kenapa. Belakangan ini jadi mulai suka ngepost blog lagi. Mungkin karena keseloan saya jadi kaum agraris digital yang sedang menunggu panenan. — dan semoga ndak mbladhus atau kena hama :mrgreen:

Saya makin seneng dengan blog-blog an ini sejak barusaja. Ketika tulisan iseng saya dibalas sama Mas Lantip.

Tak dipungkiri juga, terkadang saya bingung mau nulis apa. Jadilah saya minta teman-teman saya untuk rikuwes saya nulis soal apapun. Tentunya dalam kesubjektifitasan, sudut pandang dan sependek pengetahuan saya. Disamping memberi ide, saya pikir ini bisa membuat teman-teman saya lebih mengenal saya yang seringkali kesulitan mendeskripsikan diri ini.

Episode. Alah episode… Pertama adalah rikuwesan Mas Wednes Yuda temen saya yang ahli soal wisata dan juga penggemar berat audio. Topiknya? Tentu saja soal audio. Soal audio bagaimana atau apa yang bisa saya bahas, sedang saya pikirkan. Semoga gak sampai seminggu sudah bisa terbit.

Nek wani dha ngeblog meneh. Nek wani lho iki…