Semua tulisan dari Hamid

Tukang Pos Jogja Hebat – Hebat!

DSC00855

Beneran lho! Tukang pos di Jogja hebat hebat…

Berbeda dengan pengalaman jelek Mas Fuad yang beberapa kirimannya gak sampe-sampe. Tukang Pos ditempat saya justeru gahar-gahar! Surat disamping disampaikan beberapa waktu yang lalu. Nyampai ke rumah saya, bahkan ketika rumah saya sudah pindah, dan alamat yang tertera adalah alamat lama rumah saya.

Huebat nggak tuh tukang pos? Sampe tanya alamat baru saya ke tetangga rumah lama, dan mengantarkannya ke alamat rumah saya yang baru!

Gahar bener tuh tukang pos… Tapi setelah saya liat suratnya, mungkin inilah yang membuat tukang pos itu gahar. Saya lihat pengirimnya: Departemen Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak. Dan sambil manggut-manggut, saya pun mahfum. Oh, formulir pajak…

Ribetnya Jadi Orang Kedua

Jadi orang kedua memang selalu ribet… Bukan soal cintrong atau apa, tapi ini soal komputer. Curhat atau apa ya ini? Dibilang curhat juga boleh…

Jadi begini, ada seorang kenalan teman saya, yang gak terlalu paham soal komputer luar dalem. Beberapa waktu yang lalu, dia membeli komputer di sebuah toko di Ramai Mall. Saya maklum kalo Ibu itu, tidak terlalu ambil pusing soal spesifikasi, merek apa yang bagus dan sebagainya dan sebagainya. Dan dibelilah itu komputer oleh si ibu itu.

Beberapa saat berlalu, komputer itu rusak, dan ibu itu meminta bantuan teman saya, yang akhirnya meminta bantuan saya. Sebenere saya juga bukan ahlinya servis  komputer ( –wong sama setrum saja takut). Tapi mengingat ibu itu sangat baik pada teman saya dan juga pada saya, maka saya iyakan saja untuk membenarkan beberapa kali servis ringan buat ibu itu.

Sampai belum lama ini, komputer itu rusak lagi, dan agak serius. Saya bingung untuk memberitahu ibu itu, kalau kerusakan kali ini mungkin memakan biaya agak banyak. Padahal, sebenarnya mungkin belum waktunya mengeluarkan biaya (lagi) untuk komputer itu.

Singkatnya, ibu itu beli komputer di toko yang bisa dibilang asal laku, kurang memperdulikan konsumennya. Asalkan selama masa garansi masih idup… Dan akhirnya, tukang servis keduanya yang harus bingung muter-muter. Saya mesti gimana memberitahukannya pada ibu itu, kalau mungkin kali ini habis banyak untuk komputernya, padahal belum sepantasnya dia keluar uang lagi. Saya bilang apa adanya, nanti kedengaran nonsense. Repoot…

Teror Mata Sapi

Terrorism is a terrible weapon. But, the oppressed poor have no others
– Jean-Paul Sartre

Kota Mumbai di India, belum lama ini diserang di sepuluh titik secara terencana.

Bicara soal terorisme, memang seperti lingkaran setan, munyer-munyer ndak ada habisnya. Dicari siapa yang salah, repot juga… Sang teroris, jelas salah! Dengan cara terorisme itu, hal pertama yang jelas dapat kita tangkap dengan gamblang adalah, yang jadi korban adalah pihak yang tidak bersalah, bukan pihak yang berkepentingan. Misale, sampeyan orang Amerika, apa otomatis sampeyan ikut bersalah atas terjadinya perang akhir-akhir ini? Ya ndak toh!

Tapi, coba kita pandang dari sisi sang teroris, yang negaranya kacau balau, tembak-menembak, bom-mengebom sudah menjadi makanan sehari-hari. Maut mengintai setiap saat. Dan ndak ada pilihan mau menyuarakan suaranya kemana? Bisapun menyuarakan, paling ndak digubris! Trus bisa apa cubak? Buat mendapatkan perhatian dunia?

Jangan kutuk para teroris, –tentu saja para teroris oppresed poor itu. Bukan teroris yang memang cari perkara. Tapi, kritiklah sistem yang menciptakan mereka!

Twelve Buttons Coding, –And Proud Of It!

Apa-apaaan, twelve buttons coding? Koding dengan dua belas tombol? Iya! Koding dengan dua belas tombol. 1 sampek 9, *, 0, dan #, alias pakek hapeh. Meskipun ada beberapa tombol lainnya, tapi istilah itu tampaknya bagus :mrgreen:

Saya melakukan itu, dan bangga dengan hal itu. Seperti tulisan ini, dan beberapa perubahan minor di blog saya ini, saya kerjakan dengan yang namanya hape. Bukan smartphone, apalagi pda-phone atau blackberry yang tombolnya banyak… Hape biasa, SE K800i yang mungkin termasuk hape udzur.

Saya sering melakukan hal itu, karena ndak ada alat yang namanya komputer. Leptop yang ada, lagi dibawa calon bini yang mbeli :mrgreen: . Lum ada rezeki lebih untuk beli lagi. Makane doain tho… Supaya dapet rejeki, dan bisa beli buah apple lagi. dan bisa koding normal lagi.

Untuk sementara, saya bisa bangga, dengan jurus twelve buttons coding saya. Wuh, jurus. Emange silat?

Masalahnya Diantara Kursi Dan Keyboard

Sering saya dengar, orang tanya, spek komputer saya gini kurang gak ya? Laptop ini dah kenceng belum ya? Pengen beli quadcore, VGA yang GTS, bla bla bla… Padahal belum tentu bisa manfaatken. Phew!

Beli komputer tercanggih, pol mentok buat ngegame dan ngetik. Parah. Parah. Parah! Tapi masih oke lah, komputer itu bekerja optimal kadang-kadang. –sewaktu buat ngegame :mrgreen:

Yang lebih parah lagi, terjadi di dunia perlaptopan. Saya liat, banyak yang beli merk atau tipe tertentu, in the name of gengsi. Banyak anak sekarang beli macbook, cuma nyari status sosial — I hate all of you arrogant mac user –, dengan nyalanya sang logo apel. Atau mungkin merahnya Acer Ferrari, face detection nya Lenovo, atau jugak stylishnya Toshiba Portege dan Sony Vaio bawa gengsi bung! Buat apa cobak? Hotspotan di cafe! Biar gak malu-maluin! Ala mak jaang!

Sementara, salah seorang teman saya, sudah ngedit beberapa film independen, menghasilkan beberapa juta rupiah dari karya-karya diskomvis nya, berbekal Pentium III.

Teknologi akan selalu berkembang, tapi jangan khawatir untuk tidak bisa mengejar teknologi. Komputer yang kita beli jadi ketinggalan jaman, mulai melambat, dan seterusnya. Sekali lagi, masalahnya berada di antara kursi dan keyboard. Jangan risaukan komputer sampeyan yang out of date. Tapi risaukan diri sampeyan yang ndak apdet :mrgreen:

Selamat Hari Raya

Selamat hari raya sodara-sodara. Berapa sapi, kebo, dan kambing yang sudah terkumpul? Mungkin ada yang banyak, ada yang sedikit…

Tahun ini, seperti beberapa tahun sebelumnya, saya tidak menyembelih hewan kurban. Ada alasan tersendiri bagi saya, untuk jarang menyembelih hewan kurban.

Lho? Kenapa tidak? Apa ndak ada duit? Bukannya dengan menyisihkan paling tidak Rp. 50.000,00 sebulan saja sudah lebih dari cukup buat motong hewan kurban? Memang… Tapi, dalam kondisi saya, bukan itu masalahnya. Tak ceritani ya?

Beberapa tahun yang lalu, saya jalan-jalan ke sebuah pasar di Jogja, pada saat Idul Adha. Disamping disuruh emak buat belanja bumbu-bumbu, ada seorang teman saya yang mempunyai los di pasar itu. Jadi sekalian main. Hihihi!

Saya rasan-rasan sama temen saya itu. Saya bilang, wah kalo musim kurban gini, los daging pasti sepi ya?
Tanpa disangka, temen saya njawab, sepi gundulmu! Rame malahan. Yok maen ke tempete temenku yang jual daging sapi…

Benar saja ternyata, los temene temen saya itu, rame sekali. Bukan rame pembeli, tapi rame para penerima kurban yang mau menjual lagi daging yang mereka terima dari masjid-masjid atau tetangga mereka. Saya jadi agak trenyuh gimanaa gitu. Dengan gaya sok wartawan, saya tanya tukang daging yang mulai saat itu saya klaim juga sebagai temen saya. Mas, dibeli berapa? Lalu dia jawab, ya tergantung potongan dan kebersihan nya mas, bisa setengah harga, kadang bisa lebih.

Hah? Setengah harga kata saya? Sadis sampeyan mas! Setengah menghakimi tukang daging itu… Lha mau bagaimana lagi? Saya sendiri sudah punya stok, lalu daging yang saya terima kebanyakan dipotong asal-asalan oleh panitia. Jadi ndak bisa dijual untuk rendang, apalagi steak. Bisanya njual ya cuma ke tukang soto dan sate.

Sejak saat itulah saya jarang berkurban. Setelah empat tahun berlalu dari kejadian itu, hanya sekali saya kurban. Selebihnya, saya tidak ngoyo, kalo diberi rizki berlebih ya kurban, kalo ndak, saya lebih memilih untuk sedikit membantu biaya sekolah anak-anak yatim atau kurang mampu.

Selamat Hari Raya Idul Adha sodara-sodara

Pesantren Unik Dari Jogja

Sampeyan pernah dengar kata-kata pesantren? Pastinya sudah. Definisi kasarnya dari pesantren adalah tempat orang-orang nyantri, belajar ilmu agama.

Nah ini dia, ada sebuah pesantren bernama Senin-Kamis. Pesantren yang beralamat di Notoyudan GT II/1294 RT 85 RW 24, Jogjakarta ini pesantren yang unik. Pesantren ini adalah pesantren untuk waria, dan juga menerima gay dan lesbian. Unik ya?

Tenaang Tenaaang. Jangan dulu berpandangan miring apalagi menghujat. Pesantren macam begini, setahu saya baru yang pertama dan  mungkin sampai sekarang satu-satunya di Indonesia! Pesantren ini ber “kurikulum” tak kalah dibanding dengan pesantren umumnya. Ada Sholawatan, zikir, sholat tahajjud dan lain lain.

Hebat ya? Ada yang berminat ikut berperan serta? Menyumbangkan sedikit rupiah, ataupun doa?

Rame Rame Soal Internet

Paling tidak, hari ini ada dua event rame-rame hari ini soal dunia internet. masuk tipi pula…

Yang pertama, kartun yang melecehkan kaum Muslim. Yang menurut saya, ini bukan lagi pada rana freedom of speech, tapi sudah mengarah kepada hate speech. That’s rude man! In my opinion, that’s not freedom anymore… Tapi sebuah penyebaran kebencian. Jadi semacam islamophobia malah. Hey, lapo tuak batak, once again, that’s rude, offensing, dan mmm jadi bikin gimana begitu soal dunia perblogeran.

Dan Om R.S. pun pasti tertawa sekencang-kencangnya sambil berkata. Apa saya bilang soal blogger…

Dan yang kedua, jeng jeng jeng… Soal prostitusi di internet. Agak biasa yah? Tapi heboh juga lho di tipi. Dan katanya, pelakunya sudah tertangkap

Hm… Rame ya? Betewe, saya mau buat disclaimer dulu disini, sebelum saya kesangkut-sangkut perkara-perkara rame ini. Disclaimernya Begini:

  1. Link disediakan apa adanya untuk keperluan informasi belaka
  2. Saya tidak ada maksud untuk mempopulerkan, menyebarkan atau bagaimanapun juga yang semaksud dengan itu.
  3. Isi link saya dapatkan dari google dan kabar petang TVOne. Don’t blame me. Bahkan TVOne menyebutkan dengan gamblang kedua alamat itu di kabar petang hari ini
  4. Use common sense dalam mengikuti link yang tersedia.

Dah gitu dulu. Rame ya dunia internet Indonesia hari ini :mrgreen:

Minta Doanya Ya…

Simbah saya di Jawa Timur sedang kurang sehat akhir-akhir ini. Buat semuwa pren-pren saya yang baik dan tidak sombyong :mrgreen: saya mintak doanya ya supaya simbah saya segera sehat kembali dan nyangoni saya lagi…

Semoga doa baik dan amal kebaikan temen-temen dibalas berlipat-lipat oleh Yang Maha Kuasa…