Blog Saya, Rumah Saya

Blog ini, saya analogikan jadi rumah saya di dunia maya.

Di blog ini, mulai banyak tamu, mulai dari yang kesasar, numpang duduk, sampek yang sering ngobrol sama saya, seperti Wisnu, Imam Masrur,, Fuad MigMax Dhen Kaboel, sampai Kang Nur tamu agung saya, yang selalu membuat saya besar kepala. Tamu-tamu inilah yang membuat saya agak malu perihal rumah saya yang pating jlempah ini.

Dulu, saya berpendapat blog ini rumah saya, terserah saya mau ndak karu-karuan, banyak barang postingan sampah, penyambutan sekenanya, dan kawan-kawannya. Lha, tapi, lama-lama, saya kok jadi malu sendiri ya? Sama rumah saya yang acakadut ini. Tamu-tamu saya yang pada dateng, apalagi yang sering berinteraksi sama saya, bukankah wajib saya hormati, saya buat nyaman, dengan keadaan rumah saya ini. Sejelek apapun bentuk rumah saya ini, saya harus membuatnya nyaman.

Nha, berangkat dari analogi ngawur itu, saya berusaha membenahi blog ini. Dengan menulis yang lebih bermutu, sukur-sukur bermanfaat, yang tentunya saya sukai dan sedikit banyak saya tahu. Masa iya, saya nulis yang ndak ada dasarnya, atau bahkan tentang hal yang saya tidak tahu sama sekali? Harga bawang merah di Inggris, tempat jualan bakmi jowo di Amerika, atau cepatnya internetan di Jepang misalnya. Kesana saja belum pernah…

Saya selalu tertarik dengan masalah sosial, ekonomi dan sedikit teknologi. Mungkin, blog saya nantinya nya, akan lebih banyak saya warnai dengan apa yang saya suka, dan yang saya sedikit tahu. Saya selalu tertarik dengan masalah sosial, budaya, ekonomi dan sedikit teknologi. Selain itu, tiga hal itu yang sedikit saya tahu.

Soal katarsis pribadi, saya plurk-kan saja :mrgreen:

4 pemikiran pada “Blog Saya, Rumah Saya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *