Hari ini jatah pembagian kompor gas di kampung saya. Banyak yang pesimis, bahkan takut dengan program pemerintah yang sebenernya sangat bagus ini.
Rata-rata, mereka pada takut kalo kompor gas itu meledak. Meskipun banyak kejadian juga kompor minah -minyak tanah- meledak dan mengakibatkan kebakaran hampir satu eR We.
Saya ndak bisa menyalahkan mereka atas ketakutan itu. Secara, gas itu ndak kelihatan, beda dengan minah yang wujud, dalam hal ini berbentuk cairan, kasat mata. Nhaaa ini dia yang bikin orang orang was was.
Tapi saya juga ndak bisa menyalahkan mereka. Lha wong manufaktur si kompor gas itu sendiri juga ndak banyak yang ndak bagus, kadang bocor etc etc, memang, si tabung itu sendiri saya yakin sudah di manufaktur dengan sangat baik. Tapi begini lho, apakah si kompor, si selang dan pengait-pengaitnya itu sudah melewati proses manufaktur dan quality control yang baik pula?
Tapi dengan ketakutan warga itu, banyak opini-opini lucu soal gas itu, antara lain:
- Pemerintah bagi bagi kompor gas biar rakyatnya pada kena ledakan
- Wah, minyak endonesa (begitulah kalo pada ngomong Indonesia) dijual terus sama negara, rakyatnya suruh pakai gas
- Mbok gas alam yang ada di endonesa ini di barter saja dengan minyak
- de el el, de el el. Pokoke lucu punya
Sementara itu, mari doa sama-sama, supaya program konversi minah ini berjalan baik, tanpa halangan, karena memang konversi ini merupakan niat yang -semoga saja- baik dari pemerintah.
wekekeke, lumaian dapet kompos gar hhratis… :p
ahahahah. lumayan mas, tapi melihat hasil manufakturnya, saya juga mulai ikutan ragu tuh 😀
adus lengo…tuku lengo ae nang bakulengo(ibnu_jayuz soda07)…aku juga mao dapet…padahal nek masak we nang umahku nganggo anglo je. areng is the best and ngiRite…